Tokyo adalah rumah. Tetapi tumbuh sebagai anak ras campuran di Jepang tidak selalu mudah. Dengan ayah keturunan Jepang-Amerika dan ibu Filipina, Fukushi adalah salah satu dari sejumlah besar individu ras campuran yang mengidentifikasi diri sebagai "hafu" -- permainan fonetik dari kata bahasa Inggris "half."
"Saya diejek ketika saya di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama karena saya terlihat asing," kenangnya dalam sebuah wawancara dengan CNN.
Istilah hafu pertama kali dipopulerkan pada tahun 1970-an ketika Jepang melonggarkan pendekatannya terhadap penduduk asing, memberi mereka akses yang lebih baik ke perumahan umum, asuransi, dan peluang kerja. Peningkatan jumlah tentara AS di negara itu juga berkontribusi pada peningkatan pernikahan ras campuran dan anak-anak ras campuran.
Terlepas dari sikap yang semakin progresif terhadap ras di Jepang, angka imigrasi negara itu tetap relatif rendah. Orang asing dan anak-anak hafu mereka sering hidup sebagai orang luar, sebuah topik yang dieksplorasi dalam film dokumenter tahun 2011